Oleh: M Syihabbuddin Romadhani
Ramadan merupakan bulan yang di tunggu-tunggu oleh umat Islam. Sebab, itu merupakan bulan yang penuh berkah, penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Bulan suci umat Islam itu sangat Istimewa, karena di bulan tersebutlah Allah menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril.
Di luar itu, yang senantiasa diharap umat Islam, yaitu bisa mendapatkan berkah dari kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan; lailatul qadar. Di mana setiap amal kebaikan, akan mendapat pahala berlipat.
Ya, banyak keistimewaan bagi orang yang berpuasa di saat Ramadan. Tidak hanya menahan diri dari lapar, dahaga dan hal lain yang bisa membatalkan puasa, namun banyak ibadah-ibadah sunnah dan kebaikan lain yang banyak dilakukan oleh umat Islam pada momentum ini.
Rasulullah Muhammad sholallahu alai wasallam bersabda: “Barang siapa yang melakukan puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari No 37 dan Muslim No 759)
Selain itu, Rasulullah menyontohkan kepada umatNya amalan sunah apa saja yang bisa di amalkan, antara lain adalah membaca al-Quran. Sebab, sebagai telah disebutkan, Ramadan adalah bulan di mana di dalamnya diturunkan al-Quran.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Beberapa hari yang ditentukan ialah bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas petunjuk-petunjuk itu dan pembeda antara perkara yang haq (benar) dan batil (salah).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Tentang al-Quran ini, disebutkan, bahwa barang siapa yang membaca satu huruf saja, maka baginya akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, dan kebaikan itu akan datang kapan saja.
Maka dalam Ramadan, jangan sampai kita lupa membacanya hingga bulan ini berlalu. Bacalah al-Quran dengan tajwidnya, dengan tartil. Pahami makna dan kandungannya, hayati dan amalkan isinya.
Keistimewaan lain membaca al-Quran, seseorang akan menemukan khazanah pengetahuan yang sangat mendalam, dan tentu akan semakin mendalami ilmu-ilmu Allah lainnya yang ada di alam semesta ini.
Kewajiban membaca al-Quran bukan hanya waktu tertentu saja. Tetapi Allah telah memerintahkan untuk membacanya setiap hari, sebagai pedoman hidup. Dan tentu akan keutamaan membaca al-Quran semakin bertambah Ketika dibaca saat Ramadan.
Dikisahlan, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad untuk mengajarkan al-Quran.
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ قَالَ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِىِّ، ح وَحَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ قَالَ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِىِّ، نَحْوَهُ قَالَ: أَخْبَرَنِى عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.
Artinya: “Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah adalah manusia yang paling lembut terutama pada saat Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadan, di mana Jibril mengajarkannya al-Quran. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling lembut bahkan dibandingkan dengan angin yang berhembus.”
Hadis di atas menjelaskan, bahwa Ramadan menjadi momentum khusus bagi Rasulullah, di mana pada bulan ini Baginda Nabi diajari Malaikat Jibril tentang al-Quran. Hadis ini kemudian dipahami menjadi salah satu dali anjuran untuk melakukan tadarus al-Quran saat Ramadan. Wallahu a’lam. (*)
M Syihabbuddin Romadhani,
Penulis adalah Pondok Tasywiqul Furqon Kajeksan, Kota, Kudus.






