
KUDUS – Pondok Pesantren Tasywiqul Furqon kembali menunjukkan eksistensinya dalam menjaga tradisi keilmuan kitab kuning di kancah nasional. Dua santri terbaiknya, Ahmad Reza Firdiansyah dan Musa Ibnu Mubarok, resmi didelegasikan untuk mengikuti ajang Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Nasional “BARIKNA” pada gelaran MBI Big Fair 17th.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, dan diikuti oleh perwakilan pesantren terbaik dari seluruh Indonesia.
Pembinaan Intensif oleh Dewan Asatidz
Untuk menghadapi persaingan yang ketat, Ponpes Tasywiqul Furqon telah memberikan pembekalan materi secara mendalam. Kedua santri tersebut dibimbing langsung oleh tim pembimbing yang kompeten dalam literatur klasik dan hukum Islam, di antaranya:
• Ustadz Noor Rohim
• H. Ahmad Bahruddin, M. Pd.
• Ustadz Akhmad Shofi Lutfi, Lc. M. H.
• Ustadz Abdur Rouf, Lc. MA
• Ustadz Khoirul Ma’arif, S. Ag.
Fokus bimbingan meliputi ketepatan membaca sesuai kaidah nahwu-shorof serta penguasaan pemahaman kontekstual terhadap isi kitab.
Ikhtiar Melestarikan Khazanah Pesantren
Keikutsertaan dalam MQK Nasional “BARIKNA” ini merupakan bagian dari komitmen Ponpes Tasywiqul Furqon untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga mumpuni secara intelektual dalam membedah khazanah Islam klasik.
H. Ahmad Bahruddin, M. Pd., salah satu pembimbing delegasi, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan sarana melatih mental sekaligus mengukur kualitas sanad keilmuan santri. “Kami memohon dukungan dan doa agar para santri diberikan ketenangan dan kelancaran dalam menjawab tantangan dari dewan hakim di Mojokerto nanti,” ujarnya.
Ajang MBI Big Fair 17th sendiri menjadi panggung penting bagi santri untuk berjejaring dan saling bertukar inspirasi dalam semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).







